YERUSALEM, Jaringnews.com - Israel menuduh Iran terus
mengulur-ulur negosiasi atas program nuklirnya dengan komunitas internasional.
Israel menegaskan bahwa putaran
pembicaraan berikutnya akan berhasil, hanya jika Iran setuju untuk
menghentikan semua pengayaan uraniumnya.
Israel akan terus mengintai perundingan pada 23 Mei
mendatang di Baghdad itu, dimana enam kekuatan dunia ingin duduk dengan para
pejabat Iran dengan harapan dapat menyelesaikan konflik itu secepat mungkin.
Iran telah mengadakan pertemuan pertama dengan lima anggota tetap Dewan
Keamanan PBB ditambah Jerman pada bulan lalu di Turki. Pertemuan itu memang
merupakan langkah penting karena membuat kesepakatan untuk bertemu lagi di
Baghdad.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menganggap senjata nuklir
Teheran menjadi ancaman mematikan. Ia pun telah mengisyaratkan akan menyerang
Iran, jika diplomasi dan sanksi internasional gagal.
Israel, seperti halnya Barat, percaya Iran mengembangkan
nuklir. Pengayaan uranium adalah bahan utama untuk senjata atom, meskipun dapat
digunakan juga dalam produksi energi dan untuk isotop medis. Iran jelas
mengembangkan nuklir, meski selalu berdalih program nuklirnya adalah untuk
tujuan damai saja. Meski demikian, Amerika Serikat telah mendesak Israel untuk
menahan diri untuk menyerang Iran dan memberi kesempatan masyarakat
internasional untuk menekan Iran.
Israel mengatakan senjata nuklir di tangan Iran akan mengancam
keberadaan negara Yahudi. Upaya Iran jelas yaitu menghancurkan Israel. Dukungan
Iran untuk kelompok militan yang anti-Israel membahayakan, apalagi kalau Iran
menyerahkan fasilitas nuklirnya pada kelompok militan. Dengan menggandeng Shaul
Mofaz, PM Netanyahu bisa saja makin kuat, apalagi mantan pemimpin oposisi itu
telah berbicara di masa lalu tentang perlunya serangan sepihak Israel tanpa
harus berkoordinasi dengan Amerika
ia nih mampusin aja tu israel....sok hebat dasar yahudi
BalasHapusih israel kalah tu kalo berperang sama iran,,ane yakin
BalasHapus